logo

Puisi, "DEKADE" - oleh A Yani AB





Sudahkah kau rangkul ruh berkesenian 
yang sudah sekian lama terserak 
di surai debu debu waktu, 
tercecer di lecah bandang jalanan bopeng, 
tersungkur di kaki matahari, 
nyangkut pada resahnya rerantingan kering 
yang dipatah musim.

Ruh seni yang menjerit 
di liang liang tak bercahaya, 
bergentayangan di cakrawala jiwa. 
Dimaki bulan latah dihanyutkan pasang keling 
bersama sampah sampah plastik. 
Meronta dalam geliat fatamorgana.

Sudahkah kau buatkan jasad berkesenian 
tempat ruh bersarang dan menelurkan gairah.
Berkepala dewa pawana berkepak meniti pelangi. 
Jemari saktinya mewarnai lazuardi.
Rentak kakinya menari di atas perut bumi.

Sudahkah kau besarkan dia 
dengan puisi, mantra dan doa semesta.

Dia kemaren hilang entah di rimba mana. 
Gaungnya menakik pilar-pilar retak 
kangkangi jiwa mati suri.

Hangat angin kemarau di ubun-ubun kota, 
membakar pemberontakan tangan-tangan seni 
yang mengayunkan belati harap ke perut ideologi. 
Berkubur gelisah tanpa keranda, 
tonggak-tonggak nisan bertuliskan sajak buram 
di bawah bulan abu-abu.

Bangkitlah...!!!
Satukan kerangka retak yg terserak.
Teteskan darah seni agar tetap hidup 
dalam kiprah berkaedah.
Menumbuhkan sayap-sayap di kepala.
Berkepak membelah cakrawala seni budaya.

(kutulis dengan tulus, 
meskipun sebenarnya ketulusan itu 
tak bisa ditulis)

Tags

terimakasih centil

dkdteraspunak.com is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.