Nama Andra Junaidi, panggilan kecil : Iye, Angga, Jack dan terakhir Andra. Nama nama kecil itu terlahir di masing masing wilayah tempat tinggal dan aktifitas organisasi.
Dumai, 21 Maret 1974 yang terlahir di asrama Kodim 0303 jl.
Cendrawasih di Dumai.
Dumai adalah tanah ketuban jadi sangat senanglah.
Masa kecil ga jauh beda dengan anak anak dimasa ini, cuma
membedakan adalah teknologi zaman kalau dulu tidak ada android klu sekarang jgn
ditanya yang semua ini perubahan zaman dan kebutuhan hidup.
Riwayat pendidikan terakhir adalah SMU dan diteruskan dengan
tingkat selanjutnya tetapi tak selesai dikarenakan aktifitas kegiatan
berorganisasi.
Sebagai anak Dumai yang selalu ingin berkontribisi sosial
pernah terlibat di berbagai perkumpulan seperti : aktivitas ikatan remaja
pangkalan sena, organisasi Karang Taruna kel. STDI, organisasi Partai Politik,
grub Band dengan nama PETERSON BAND
tahun 1990, Lsm Pecinta Alam Bahari club, Komunitas fotography Balikpapan, dan
bekerja di perhotelan balikpapan dengan
jabatan marketing promotion yang identik dengan desain grafis, pernah
beraktifitas di PT. Patra Dok Dumai, serta di BUMD dalam pengelolaan gedung
serbaguna dan Dumai Tv.
Seni yang bisa meluapkan inspirasi diri yang natural dan
alami sebagai penyambung lidah dalam estetika diri. Dan pernah bergabung dengan
dewan kesenian sejak tahun 2004 s/d 2013 dengan jabatan komite seni musik
sebagai anggota dan komite seni rupa sebagai ketua.
Seni yang pernah diraih juara festival musik se riau
nominasi juara 2, dan Desain Grafis Art Promotion balikpapan sebagai juara 3
yang terakhir menggarap Dokumenter Film Penyesalan yang bekerjasama BNK Dumai.
Saya Pernah terlibah sebagai Event Organizer (EO) Wiwik
Entertainment dan Patra Entertainmet, usaha yang di geluti rumahan saat ini
Creator Studio di bidang percetakan dan Jasa Design Grafis.
Banyak cara dan pola untuk menghidupkan kembali dalam kegiatan berkesenian, khusus di kota
dumai, penyebab redupnya seni dan budaya adalah tidak optimalnya SDM di dalam
institusi dalam pemerintahan, lembaga
atau wadah yang ada yang mengakibatkan kemunduran secara drastis, cara untuk
penyelamatan adalah ubah pola konsep dalam berfikir, ego sentris atau apalah
namanya di dalam wadah wadah atau lembaga yang ada seperti contoh kurangnya
sistim pengelolaan manajemen berkesenian, tumpang tindihnya fungsi dan peran,
kurangnya menginventaris pelaku atau pegiat seni di Kota Dumai, kurangnya
pemahaman maksud dan tujuan didalam berkesenian, tidak optimalnya sarana dan
prasana berkesenian baik informasi mau pun ruang berekspresi.
Dan Fungsikan komite komite sesuai dengan AD/ART dengan merestrukturisasi
kembali organisasi DKD dumai baik secara person mau pun bagan struktur.
Mari kita bangun kembali efektivitas di dalam berkesenian










